Koalisi tidak Sekadar Membagi Kekuasaan

Oktober 28, 2008 pada 7:53 am | Ditulis dalam Perkembangan Politik | 2 Komentar
Kaitkata: ,


KESRA-29 AGUSTUS: Gagasan tentang koalisi partai-partai politik hendaknya diletakkan dalam perspektif yang lebih luas untuk kepentingan bangsa dan negara jauh ke depan, bukan sekadar mengakomodasi kepentingan pragmatis untuk bagi-bagi kekuasaan sesaat. Penyataan itu dikemukakan Ketua DPP PDIP Sutradara Gintings dalam diskusi dialektika demokrasi di Gedung

Lanjutkan Membaca Koalisi tidak Sekadar Membagi Kekuasaan…

Maju Jadi Capres 2009: Yudhoyono Tetap Pilih Jusuf Kalla

Oktober 25, 2008 pada 11:05 am | Ditulis dalam Prakiraan Politik | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , , , , ,

Senin (29/9/2008) Jakarta – Opsi mengusulkan kembali duet Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla pada Pemilu 2009 sangat kuat di internal Partai Golkar. Namun, Partai Golkar memberi catatan agar Partai Demokrat mampu membangun hubungan berimbang, mampu mengikuti gerak Partai Golkar. Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu, Senin (29/9) pagi, mengakui wacana mendukung Yudhoyono-Kalla pada pemilu 2009 sudah lama berkembang. “Saya kira kalau Pak Susilo Bambang Yudhoyono ingin kembali didukung Partai Golkar, itu pilihan yang cermat. Pilihan itu sangat realistis,” tegas Burhanuddin Napitupulu. Kalaupun Partai Golkar memenangkan pemilu legislatif, kata Burhanuddin tidak harus mengajukan pasangan calon presiden sendiri. Persoalan akan lain kalau ternyata bisa menang pemilu legislatif di atas 50 persen. “Itu tak mungkin. Target Partai Golkar hanya 30 persen,” ujarnya. Lanjutkan Membaca Maju Jadi Capres 2009: Yudhoyono Tetap Pilih Jusuf Kalla…

Harakiri Politik Tokoh Nasional & Elite Golkar

Oktober 25, 2008 pada 10:39 am | Ditulis dalam Buku Bangburnap, Tokoh Nasional | 1 Komentar
Kaitkata: , , , , , ,

Warning Politik untuk Politisi
Penulis : BURHANUDDIN NAPITUPULU
Penerbit: RMBooks, 2007
Tebal: XVI + 220 Halaman

BUKU ini memberi warning kepada para politisi: hati-hati dalam mengambil pilihan politik. Dalam politik itu ada seribu kemungkinan yang harus diantisipasi. Kalkulasi, hitung-hitungan harus selalu dibuat sebelum mengambil tindakan dalam politik. Salah mengambil pilihan berarti kematian. Itulah HARA-KIRI POLITIK.

Harakiri politik yang dimaksud Burhanuddin Napitupulu di sini ditujukan kepada setiap tindakan dan pilihan politik yang berakibat fatal terhadap karir politik orang bersangkutan seperti kehilangan popularitas, terjerat hukum, merusak karir politik dia sendiri atau kelompoknya. Lanjutkan Membaca Harakiri Politik Tokoh Nasional & Elite Golkar…

Koalisi Golkar-PDIP Dinilai Tidak Cocok

Oktober 25, 2008 pada 3:56 am | Ditulis dalam Perkembangan Politik | Tinggalkan Komentar

Friday, 29 August 2008

Dari : Rakyat Riau.com

JAKARTA (Rakyat Riau)– Partai Golkar tidak cocok berkoaliasi dengan PDI  Perjuangan. Alasanya keduanya merupakan partai senior.  ”Oleh karena itu untuk membangun koalisi yang kuat  seharusnya PDIP menggandeng partai junior. Kalau sama-sama besar sulit membangun, masing-masing merasa partai senior,”

Demikian dikatakan pengamat Direktur Eksekutif  Indobarometer, Mohammad Qodari dalam diskusi ‘Koalisi  Permanen Menjelanh Pemilu 2009, Jumat (29/8) di gedung DPR/MPR RI, Jakarta.  Hadir dalam diskusi tersebut, Ketua DPP Golkar Burhanuddin Napitupulu, Ketua DPP PDIP Sutradar Ginting dan Ketua F-PKS Mahfudz Shidiq. Lanjutkan Membaca Koalisi Golkar-PDIP Dinilai Tidak Cocok…

JK Jangan Jatuh di Lubang Sama

Oktober 25, 2008 pada 3:47 am | Ditulis dalam Kliping Bangburnap, Perkembangan Politik | Tinggalkan Komentar
Golkar dan Skandal Aliran Dana BI (2-Habis)
Ahluwalia & Augusta B. Sirait

INILAH.COM, Jakarta – Skandal suap yang diduga melibatkan politisi Senayan, termasuk kadernya, mencoreng wajah Partai Golkar. Reformasi yang dicanangkan Akbar Tandjung, gagal. M. Jusuf Kalla yang kini memimpin partai itu, tak boleh mengulanginya.

Apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur. Wajah Partai Golkar sudah ikut tercoreng oleh ulah kader partainya yang duduk di DPR-RI periode lalu. Satu yang dituntut sekarang adalah agar petinggi Partai Golkar tidak terperosok di lubang yang sama.

Kepemimpinan Kalla di Partai Golkar mewarisi periode kepemimpinan Akbar Tanjung yang para kadernya ternyata bermasalah. Reformasi Akbar terbukti justru dikhianati para kadernya sendiri. Penyimpangan ini suatu distorsi dan menjadi bukti kegagalan reformasi yang dicanangkan Akbar sendiri.

Dan, Kalla, mau tak mau, harus menghadapi kenyataan pahit, kena getahnya. Partai Beringin itu menghadapi sorotan dan cercaan publik akibat skandal aliran dana BI yang melanda 14 anggota DPR era kepemimpinan Akbar. Lanjutkan Membaca JK Jangan Jatuh di Lubang Sama…

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.